Nov'08
16

Wartawan Detikcom Keliru dalam Pemberitaan

Wartawan detikcom berinisial AK keliru dalam menyajikan laporan berita tentang situs yang memuat foto jenazah Amrozi, Mukhlas, dan Imam Samudra. Dalam tulisannya yang dimuat di detikportal, AK menyatakan bahwa situs Arrahman menghapus foto ketiga wajah pelaku bom bali I.

Berikut ini tulisan yang dimaksud: (URL)

Dalam welcome page-nya, situs Arrahman kini menampilkan langit yang dipenuhi oleh awan yang berarak. Belasan burung merpati putih tampak terbang ke angkasa,

Di langit tersebut, ada tujuh buah pintu berwarna putih yang berjajar. Pintu yang berada di tengah ukurannya paling besar. Mengkin sang pembuat situs melambangkan bahwa pintu-pintu tersebut adalah pintu surga.

Jangan harap bisa mengakses situs ini. Karena cuma welcome page yang ditampilkan. Apakah sang pengelola situs dikomplain oleh keluarga Amrozi Cs karena menampilkan foto mereka? Keluarga Amrozi belum ada yang berkomentar soal ini. (AK)

Anda harus login untuk melihat isi berita.
Dimana letak kekeliruannya?

berita ngaco

berita ngaco

Perhatikan gambar disamping! Detikportal memuat skrinsut situs Arrahmah, namun yang diberitakan oleh AK dalam laporannya adalah situs Arrahman yang jelas-jelas berbeda dan tidak ada hubungannya. :) AK bermaksud melihat kembali foto jenazah Amrozi yang sebelumnya dimuat di situs Arrahmah, tetapi AK justru membuka situs Arrahman dan menceritakan bahwa foto Amrozi sudah dihapus, padahal dia salah membuka situs :D

Ini jelas suatu kesalahan yang fatal telah menyebarluaskan berita palsu. Karena tidak tersedianya form komentar, maka saya mencoba menghubungi detik melalui link hubungi kami. Semoga kekeliruan ini tidak disengaja dan bermaksud memojokkan pihak tertentu dan detik segera mengkoreksi berita tersebut.

update:
Sampai hari ini, 17 Nov 2008 pkl. 9:30 PM belum dikoreksi
http://img227.imageshack.us/my.php?image=detikportalkelirusn2.jpg

10 Responses to “Wartawan Detikcom Keliru dalam Pemberitaan”. Add Yours

  1. #1

    p3durungan

    Kurang kerjaan banget… kenapa gak nampilin foto nya Cak Cosa atau Bocah atau seleb yang lain…..

    p3durungan’s last blog post..Trilogi Seru Stephanie Meyer

  2. #2

    ismail

    namanya juga manusia

    ismail’s last blog post..Dialog Pakar Ekonomi Syariah dari Universitas Trisakti

  3. #3

    suamimalas

    wah itu mah parah bener kesalahannya….

    suamimalas’s last blog post..Blog dan main pingpong

  4. #4

    adiarifin

    @p3durungan
    sapa nih yg kurang kerjaan, blog ini atau wartawan detik?

    adiarifin’s last blog post..Recognizing Scholarship

  5. #5

    business stationary

    blog wp nya dah ga bisa di buka :
    This blog has been archived or suspended for a violation of our Terms of Service.

    business stationary’s last blog post..Using a Media Release in Cause Related Marketing

  6. #6

    Situs Arrahmah dan Islamophobia Media Massa « The Paradigm Of Moeslim Journalism

    [...] Informasi salah buka situs ini bahkan sudah beredar di kalangan netter sebagaimana ditulis dalam situs adiarifin dengan judul Wartawan Detikcom Keliru Dalam Pemberitaan. [...]

  7. #7

    Seo

    Bwahahaah… ada2 aja nih beritanya. Detik dan kalau ngga salah Kompas juga sering gitu. Namanya juga manusia yang ga mungkin bisa lepas dari kesalahan.

    Seo’s last blog post..Easy business anyone can profit over and over again!

  8. #8

    » Situs Arrahmah dan Islamophobia Media Massa Nuryati’s Remark

    [...] Informasi salah buka situs ini bahkan sudah beredar di kalangan netter sebagaimana ditulis dalam situs adiarifin dengan judul Wartawan Detikcom Keliru Dalam Pemberitaan. [...]

  9. #9

    brain-news.net » Blog Archive » Situs Arrahmah dan Islamophobia Media Massa

    [...] Informasi salah buka situs ini bahkan sudah beredar di kalangan netter sebagaimana ditulis dalam situs adiarifin dengan judul Wartawan Detikcom Keliru Dalam Pemberitaan. [...]

  10. #10

    belajar seo

    wah, ga sempet liat nih dulu. tp kocak jg ya klo bisa begitu hehe

    belajar seo’s last blog post..Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009

Replying is good.