Kenapa Banyak Orang Ingin Jadi PNS ?
Judul tersebut masih menjadi tanda tanya besar bagi saya. Selama ini saya lebih sering ketemu dengan orang-orang yang sangat berminat untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan alasan jaminan hari tua, mereka beralasan seolah-olah masa depan sudah ‘aman dan nyaman’ dengan menjadi PNS. Jarang sekali bahkan hampir tidak pernah saya jumpai orang yang sama sekali tidak berminat menjadi PNS.
Begitulah memang seperti yang dikatakan pleh para pebisnis “watak orang Indonesia, merasa terbuai dengan’kenyamanan’”
Ada beberapa alasan mengapa orang ingin menjadi Pegawai pemerintah, (Tulisan berikut ini diambil dari berbagai sumber), antara lain:
Sumber: http://www.blogger.com/email-post.g?blogID=8637372&postID=110309410688468840
- Aman dan Nyaman, karena kalau di swasta katanya nanti bisa nggak dipakai orang lagi, dipecat, dlsb. Motivasi ini jelas bibit dari sifat PGPS (pinter goblok pendapatan sama). Kalau jadi PNS aman, gak bakalan dipecat mau segoblok apa juga. Mau kerja rajin, mau kerja malas, mau kreatif atau dongok, tetap aman dah.
- Pensiun, ini cukup make sense dan manusiawi, tapi apa mereka tidak tahu bahwa perusahaan2 swasta pun banyak yang memiliki program dana pensiun, dan kenapa tidak setinggi itu animo untuk bekerja di swasta? mungkin kembali ke poin di atas.
- Mau jadi kaya, nah ini nih… jarang diungkapkan, tapi kalau mau disurvey secara jujur inilah motivasi utama mayoritas orang yang mau jadi PNS.
- Kebanggaan, hmm… mungkin juga, meskipun saya gak tahu di mana harus bangganya. Memang ada beberapa profesi yang membanggakan atau menurut saya mereka patut bangga dengan itu seperti peneliti ilmiah, dosen, guru (salut untuk yang ini) atau profesi2 yang memang membutuhkan kompetensi tinggi, untuk profesi-profesi seperti ini tentunya tidak berlaku “if I am just a little bit dumber, then I will be a PNS”. Tapi yang lainnya, bangga??
7-8 tahun lalu, di sebuah artikel di harian Kompas, saya baca tulisannya Alm Romo Mangun, doi menulis tentang sistem kependidikan kita dan kenapa orang begitu berminat menjadi PNS (birokrat). Rupanya, menurut analisis doi, kita ini masih mewarisi mental inlander dari jaman kolonial dulu, di mana orang dididik untuk menjadi patuh dan taat pada pemerintah sehingga bisa menjadi ambtenaar (PNS di jaman kolonial). Menjadi ambtenaar itu jabatan terhormat di masyarakat waktu itu, dan rupanya masih terbawa hingga sekarang.
Yang juga masih terbawa adalah paradigma bahwa mereka adalah bagian dari kekuasaan (penguasa), bukan pelayan rakyat atau pembayar pajak.
Sehingga, kata Romo Mangun, pernah ada penelitian tentang cita-cita pelajar di dunia. Di Amrik, jika ditanya cita-citanya, para pelajar di sana mengatakan mereka ingin menjadi pengusaha, eksekutif perusaahaan multi nasional, pengacara, dll. Di Iran, pelajarnya ingin menjadi ulama dan tokoh syiah. Di Indonesia, pelajarnya ingin menjadi PNS. (http://www.blogger.com/email-post.g?blogID=8637372&postID=110309410688468840)
Anehnya lagi, banyak orang yang rela membuang-buang hartanya demi PNS ! Banyak dari mereka rela mengeluarkan uang hingga seratus juta rupiah ! Mau cari uang kok malah ngeluarin uang
hehehe
Di tengah kritik inefisiensi birokrasi, pemerintah malah menambah jumlah PNS sebanyak 200.000 orang. Busyet dah. Total jumlah PNS di Indonesia sekitar 4 juta orang, artinya 1 dari 50 orang penduduk republik ini adalah PNS.
Seorang teman yang jadi PNS di suatu kelurahan di Kepri pernah menyatakan bahwa inefisiensi sistem pemerintahan itu terlalu tinggi, jika sistem dibenahi (tanpa dukungan IT) kelurahan tersebut cukup dilayani 3-4 orang pegawai saja, sedangkan saat itu jumlah PNSnya 12 orang.
Sebetulnya kritik inefisiensi terhadap PNS itu tidak bisa dibuat sama rata, karena ada beberapa sektor yang sebetulnya masih sangat butuh tenaga, misalnya guru, dokter, dll. Inefisiensi lebih kepada PNS yang menjalankan roda birokrasi, seperti yang ada di kelurahan, kecamatan, dinas-dinas, dll.
Gue heran akan motivasi yang begitu tinggi untuk menjadi PNS di tengah kondisi saat ini, di mana kompetensi kurang dihargai, korupsi yang begitu parah, nepotisme yang sudah menjadi budaya dan not to mention the low salary. Kalau dipikir dengan hukum ekonomi kayanya gak make sense sama sekali. Karena pengorbanan yang harus dikeluarkan besar sekali, untuk pekerjaan yang… Padahal di swasta banyak sekali pekerjaan yang bisa dilakukan tanpa perlu pengorbanan sebesar itu.ÂÂ
Kita juga tahu bahwa gaji PNS adalah kecil, tapi kata seorang peminat PNS beralasan “Kita kan bisa hidup sederhana, kita juga bisa cari tambahan lain”
Ada lagi tulisan menarik yang layak disimak dari seorang pegawai plat merah, Irwan di KoKi detikcom: Gegar Budaya Kerja: dari Swasta Ke Plat Merah
Hmmm…bukan berarti saya anti dengan Pegawai pemerintah alias PNS,
Hidup adalah pilihan. Bagaimana dengan Anda?
Pilih mana: Berpenghasilan tetap atau tetap berpenghasilan ?
nb: komentar dalam blockquote diambil dari pendapat orang lain, lihat sumber. silakan memberi komentar?


#1
Rendra Oct 13, 2005 2:08 pmoi gimana bdt
#2
hendra Feb 11, 2007 9:50 ambetul bos,saya plg ga suka jd PNS,makanya negara ini ga bs maju2 kaya barat krn kebanyakan mental2 PNS,maunya kerja dikit tp byk duit,ga mau byk mikir,biar gaji kecil yg penting hidup,spt kata org jerman ketika saya baca buku,org indonesia itu mau dibayar murah yg penting bs hidup,malu gw klo dikatain kaya gt,mau ditaruh dmn muka ini.
#3
krisna Feb 23, 2008 8:05 amEmang bener komentarnya, untuk pelayanan masyarakat seperti buat KTP, IMB, Sertifikat tanah semuanya harus bayar.
Uang di birokrasi itu berputar,
- para pejabat berlomba membayar upeti kepada orang yang bisa melanggengkan jabatannya,
- Eksekutif juga berlomba agar kegiatannya disetujui oleh DPR
- para pejabat berlomba-lomba memasukkan sanak saudaranya menjadi seorang PNS
begitulah uang berputar di pemerintah ini ibarat rantai korupsi yang tidak terputuskan,
untuk bayaran bukan hanya pemerintah yang membayar dengan harga murah, perusahaan swasta yang dimiliki orang2 pribumi juga masih membayar pekerja nya dengan sangat minim
hanya perusahaan swasta asing yang menghargai Ilmu Pengetahuan yang membayar dengan salary tinggi
#4
hanny Jun 11, 2008 3:08 pmaiiihhh, komen hendra menohok amet, tapi mbo ya jangan menyemaratakan semua pns begitu, banyak juga yang berpendidikan tinggi, memiliki kompetensi, kerja ga pake jam-jam-an, and you know…..mereka mau dibayar ga sebesar di swasta untuk ngerjain tugas membantu jalannya “negara” ini
kalo ga ada yang mau jadi pns, siapa yang mau jalanin semua tugas2 pns? (tapi emang sih di sebagian instansi proporsi kerja saat ini ga seimbang ma jumlah pns)
mangkanya buat anda2 yang merasa pintar dan mau membenahi kinerja pns, mbo sampeyan2 yang daftar pns
nek sampeyan yang jadi pns, kan negara jadi maju & nda ada korupsi2 lagi
#5
nenoneno Feb 16, 2009 10:06 pmkebetulan saya lagi nyari info soal keuntungannya jadi PNS. hm, kenapa ya kayaknya antara PNS dan non PNS jadi kayak ada kontradiksi? saya jadi bingung. bukannya pekerjaan itu pilihan ya? :S
anyway, sambil jalan jalan ya.
nenoneno’s last blog post..An afternoon call
#6
risma Oct 01, 2009 5:07 pmsaya saat ini adalah seorang pns. tetapi sekarang saya berniat mengundurkan diri karena selama hampir 3 tahun saya menjai pns saya merasakan kemunduran yang luar biasa terhadap kualitas diri saya. Motivasi kerja saya menurun. karena di tempat saya bekerja tidak ada kompetensi kerja. promosi hanya berdasar masa kerja bukan karena prestasi. Apa yang dikerjakan tidak ada yang menilai secara profesional. Tapi toh semua orang tidak sama dengan pendapat saya. Mungkin di kantor yang berpendapat demikian hanya saya sendiri. Saya sarankan buat yang terbiasa mempunyai target-target tertentu dalam hidupnya ga usahlah jadi pns.
#7
FUN Oct 04, 2009 8:12 amSaya pegawai honorer di sebuah instansi pemerintah,orang tua saya yg mendambakan kelak saya akan menjadi PNS,karena beliau jg seorang PNS.tidak ada maksud saya untuk melecehkan menjadi PNS..,karena Menjadi PNs adalah pilihan hidup masing2 orang..dan itu wajar karena setiap orang pnya pilihan sendiri,ytp untuk jiwa saya..yg memang di luar saya ada usaha..saya tidak menemukan enjoynya bila kelak saya menjadi PNS.mungkin karena saya..tidak ingin terikat waktu datang pagi,plg sore.saya sering merasa jenuh setiba di kantor,karena saya di bagian administrasi.tekanan2 dari atasan yg menumpuk,aturan2 ah serasa kepalaku pecah..tp ketika saya sedang berjualan saya merasa betah,merasa nyaman kl pun harus menanti yg tidak pasti,ada kepuasan dlm diri saya.dan ingin berusaha berjualan lbh baik lg untuk esok hari..mungkin itulah..yg di blg lain orang blain maunya..saat ini saya ingin keluar dr pekerjaan saya..tp orang tua yg bersikeras kukuh agar sy tetap bekerja..pelan2 pasti dia akan mengerti…
#8
dhika Dec 22, 2009 8:38 pmbagaimana seandainya semua bekerja di non PNS,
dengan siapakah anak kita belajar di sekolah kalau guru tidak ada, karena semua telah bekerja di non PNS, padahal guru adalah yang mengantarkan kita pada masa depan.
#9
paijo Jan 13, 2010 1:29 pmgak semua PNS itu jelek. ada jga yang benar-benar berjuang untuk negri ini.Jika gak ada yang mau jadi PNS dah kasi aja negri ini buat negri lain soalnya gak da yang mau ngelola negri ini….sama aja di jajah kali…kalo maunya cuma bekerja untuk orang lain (perusahaan asing gaji gedhe) sama aja gak ada rasa ingin membangun negri sendiri. Sekarang ni sebenarnya yang harus ada itu sistem insentif untuk pegawai negri sehingga ada semangat lebih untuk meningkatkan kinerja.
#10
Rizal Feb 26, 2010 12:00 pmmungkin benar adanya apa yg dkatakan saudara Adi Arifin yg terhormat, tp saya tegaskan dsini jgnlah anda spt terlalu membenci dan mencemoohkan org yg mau atau punya cita2 jd PNS, karena itu adalah pilihan hidup mereka, karena tiap2 org mempunya pilihan hidupa masing2, hormatilah keputusan mereka, hargailah pilihan mereka kalau anda mau dihargai orang lain. Perlu saudara ketahui Negara kt yg tercinta ini tdk akan berjalan tnpa ada PNS yg penghasilanx pas2n, tp tdk menutup mata memang ada PNS “nakal” tp tu hanya sedkt dr sebagian byk PNS yg dgn sukarela menyumbangkan tenaga serta pikiranx dlm ikut membangun Negara. Jadi hargailah org lain kalau anda mau dhargai.
#11
adiarifin Feb 26, 2010 3:47 pmseperti yang saya katakan di bagian akhir tulisan, bukan berarti saya anti PNS bahkan membenci profesi pegawai negeri. tapi disini saya hanya menguraikan fakta2 temuan saya sendiri tentang PNS (perhatikan baik2, tulisan dalam blockquote bukan opini saya). tidak ada kata2 saya yang mencemooh dan membenci pns. saya punya beberapa teman yang jadi PNS dan mereka termasuk Anda saudara Rizal, adalah PNS yang baik dan berdedikasi.
Namun, sudah rahasia umum imej masyarakat tentang kinerja buruk PNS. kalo udah terbentuk imej buruk, berarti PNS “nakal” jumlahnya cukup banyak. MenPan sendiri bilang 55% kinerja PNS buruk, Selain itu, 900.000 honorer dicurigai tidak jelas kualitasnya (Kompas, 12 Januari 2007). Bahkan diduga, sebagian data tentang mereka hanya fiktif belaka untuk memperbesar penerimaan dana alokasi umum bagi daerah (Kompas, 16 Januari 2007).
Survey KPK menyebutkan tingkat ketidakpuasan masyarakat terhadap institusi pelayanan publik masih tinggi. Ini semua adalah FAKTA. maka perlu adanya reformasi birokrasi dan PNS.
#12
dj geniuz Mar 21, 2010 5:49 amBarusan suami saya berangkat prajabatan selama 10 hari. Saya benar-benar nggak habis pikir. Kenapa dia mau & tetep pengen jadi PNS? Padahal gajinya kecil. Kebetukan saya punya lembaga pendidikan. Penghasilan bisa untuk hidup walau kadang naik turun. Namanya juga pedagang tapi dia tetap masih mau jadi PNS dengan alasan seperti yang dikatakan di atas. Bukan maksud saya menjelek-jelekan suami saya sendiri. Dia berhutang 13 juta pada saya sejak dia jadi CPNS. Karena sejak dia jadi CPNS, saya nggak mau lagi berbagi penghasilan dari lembaga pendidikan saya. Karena dia menentang saya. Loh kok malah curhat
#13
anang Jul 02, 2010 10:20 am@ mbak risma diatas,jadi ga mundur dari PNSnya, saya gantikan aja gimana? apa sekarang malah naik pangkat, …..A_Av….
anang’s last blog post..mozilla crash
#14
zulficar Jul 04, 2010 5:03 pmklo negara mo maju:
-hapus PNS
-SD,SLTP,SMU,PT pengajar dari kaum profesional yg dibayar tinggi.
- bagi skrng yg PNS guru,dosen disekolahkan lagi.
-yg birokrasi system kontrak biar adil.
-jadi ga ada lagi orang PNS yg belagu sok penting pdhl bodo.
-di daerah saya asal dia PNS akan sangat dihormati.yg bukan dipandang sebelah mata.
-PNS=bukan pekerja sebenarnya
#15
anang Jul 31, 2010 9:54 pmsetuju, hapus status PNS, biar orang2 yang jadi PNS itu tahu rasanya hidup sebagai karyawan swasta, biar mereka tahu cara menghargai waktu dan pekerjaan…
anang’s last blog post..Bepe heads to play for A- League club
#16
Ketupat Aug 29, 2010 6:11 pmwah kalau ini sih pengalaman saya…kalau saya mah memang ga suka jadi PNS karena menurut saya malas cari kerja tapi ingin dihormati dan dilayani.hampir teman saya waktu SMA yang nilainya jeblok semuanya jadi PNS yah lagi-lagi karena adanya sogok n orang dalam … namun bagi saya yang paling parah sih kenalan yang jadi aktivis dakwah wah hampir semuanya yang saya temui jadi PNS bahkan ada yang tiap tahun jadi PNS sampai ada yang bantuin masuk PNS lewat koleganya yang jadi kepala BKD yah akhirnya kayak makelar nyuruh orang gantungkan rejeki ma Tuhan tapi dianya malah ga berani hidup ga jadi PNS…luar biasa racun PNS yah…istilahnya orang filipina…malaikat pun jadi setan kalau dah masuk pemerintahan…hehehe
#17
rinda Sep 10, 2010 8:02 pmkok kommentnya aneh2 toh…ada yg mau PNS dihapusin…waduuh….yg swasta2 tuh mbok ya juga sadar sampean2 tuh bisa kerja, makan, minum juga dari Bumi Pertiwi Indonesia dan ada pribadi2 yg mengelola….klo gak ada org pemerintah ya swasta juga gak ada lah…wong proyeknya juga atas izin dan limpahan dari Negara Indonesia Tercinta…apa iya kalo gak ada pribadi2 alat2 negara, sampean bisa kerja nyaman dgn gaji besar? makanya jgn anggap remeh PNS-lah…makanya sekali2 berkunjunglah ke kantor2 kami maka anda akan melihat betapa mengurus negara dengan penduduknya yg banyak tidaklah mudah…..hargailah KORPS PEGAWAI NEGERI INDOENSIA…..karena anda hidup disini!!
#18
rio cinta perubahan Sep 18, 2010 2:41 pmwah,..
seru jg nech,..
aq pernah jmpa seorang guru yang disiplin dan loyal thp sekolah dan atasanya..
dia tamatan perguruan tinggi ternama di negri ini..
dan hidupnya sederhana.. anak2nya kuliah d perguruan tnggi yg terjamin kualitasnya…
bagi-qw itulah idola sampai detik ini…
dy seorang PNS,..
dan alhmdllah aq jg lulus PNS skrang,..
d tmpt qw bekerja ( sekolah ) smw senang dngan atran yang berlaku,..
datang pagi hari setngah 7 dan pulang pukul 1,. kesibukannya ga kalah padat dari karyawan swasta,..
smw menikmati pekerjaanya,..
dan mungkin ada jutaan kisah-kisah nyata di institusi lain yang hilang oleh imej negatif PNS,..
saudara qw..
percayalah.. jd abdi negara adalah mulia,..
( wong yg di urus negara demi kemajuan rakyat )
kalo emang qm merasa perlu merubah.. lakukanlah perubahan itu nyata.. minimal kalo bukan PNS sadarkan mereka dngan cara yang menurut kamu langsung bisa mengena sasaran..
bentuk LSM yg mengawasi PRAKTEK korupsi dll..
BUKAN KPK tapi buatan tangan2 muda yg lebih sehat, enerjik,, penuh dedikasi… ikutilah kata hatimu itu..ga ada yang melarang kita untuk menentukan pilihan terbaik bagi kita dan orang lain…
saya jarang ada orang yang memotifasi untuk jadi PNS yg baik,..
mumpung mash muda… jadilah abdi negara karna itulah yang ditunggu-tunggu bangsa ini…
salam buat smw….
#19
dd Oct 24, 2010 3:58 pmDan yang terpenting adalah para PNS-PNS itu harus tahu diri bahwa gaji mereka dibayar dari pajak yang dipungut dari pegawai Swasta.
#20
Fenny Ferawati Oct 28, 2010 3:54 amPNS memang piLihan,, setidaknya untuk orang – orang yang memang lebih memilih “zona aman”,,
Nice artikeL mas,, menginspirasi notes FB saya,,
Salam kenal,,
Fenny Ferawati’s last blog post..Mau Gaji ke-13 ???
#21
Lilili Nov 12, 2010 4:21 amHmmm sebenernya semua komentar adalah subyektif, karena tiap orang punya pandangan berbeda,,, PNS diejek mungkin karena sebagian besar orang2nya nggak disiplin, dan kalopun jadi pegawai swasta yang asal2an juga banyak..
Penghapusan PNS pun nggak bisa seenak sendiri menurut saya, toh diluar negeri walopun udah maju juga nggak ada kayaknya yang berniat menghapus status menjadi pegawai pemerintahan… Merubah sistem nggak segampang itu, membayar kaum profesional juga butuh duit banyak, euy..
So, benahi saja yang ada,,, memang butuh kemauan keras dan kesabaran,,, walopun semuanya nampak nggak mungkin, kalo kita berusaha,,, semoga bisa, perlahan tapi pasti..
Semuanya masalah mental, kalo belum bisa seluruh departemen, ya satu persatu,,, apa salahnya dicoba…
Semua kembali pada pemimpin,,, kalau mereka sudah ngotot ambisi jadi pemimpin, ya tunjukkan kualitas memimpin yang baik, kalo sama aja ngawurnya kayak bawahannya, ya kelaut aja, kasih sangsi tegas dan jadilah pemimpin yang amanah… mereka memang bukan segalanya, namun pemimpin yang tegas akan mengarahkan rakyat menjadi lebih baik… Sekarang saja rakyat sudah muak liat pemimpin… ya mau jadi apa dunk negara ini??
#22
ekodwi Nov 15, 2010 3:37 pmsaya sendiri PNS tp saya bisa mengatakan PNS “runyam” bkn apa2 krn sering dlm pekerjaan slalu “bertentangan” akhirnya yg bisa saya lakukan “do whatever i can do, even sometime it breaks “the rules” but for some good. Silence is the best.”
)
#23
dwi zulist Nov 23, 2010 1:08 pmada alternatif lain..yaitu ada Wajib Bela Negara, maksudnya 3 tahun pertama PNS HARUS dilatih jadi Tentara atau dikirim ke daerah konflik…atau 3 tahun itu dia jadi pekerja sosial tanpa bayar..kan negara jadi hemat..
#24
dwi zulist Nov 23, 2010 1:10 pmdijamin..yg mauj jadi PNS pasti mikir2x…karena betul2 orang yang siap melayani masyarakat..
#25
indie Dec 06, 2010 5:21 pmkedua Orang tua saya PNS, golongan rendahan…
bapak saya sudah pensiun…
kata bapak saya, kalo kamu mau masuk PNS harus siap ngadepin lingakaran setan KKN..kalo kamu lurus lurus dan jujur (sprti bapak saya) kamu gak akan naik naik pangkat (bapak saya sampai pensiun segitu gitu aja)…padahal lulusan IPB zaman dulu, beasiswa lagi karena nilainya paling tinggi satu kampus…
sedangkan bawahan bapak saya, yang gobloknya minta ampun (waktu itu saya masih SMA, bisa bilang itu orang goblok banget)..sekarang sudah jadi Kepala Bagian…(biasa KKN)
kata bapak saya kalo kamu pintar, hebat/terlalu mencolok kamu akan dimusuhi…
kalo kamu bego tapi ikut “arus setan” kamu bisa sukses…(macam gayus)
makanya saya gak mau jadi PNS
menurut saya PNS tahun 2000 keatas, akan jadi koruptor 10 tahun kemudian (the next gayus)
sorry to say..itu yang saya liat dari saya kecil…
#26
Decimus Jan 12, 2011 6:33 pmWah, sedih juga baca2 komentar yg menyudutkan PNS. Aku br aja lulus CPNS tahun ini dan menunggu masih menunggu panggilan kerja. Terus terang aja, reformasi uda berjalan di tubuh beberapa departemen negara. Tak ada suap menyuap di tes masuk di departemen yg aq masuki sekarang, semuanya jujur, malah diwanti2 sama pihak kepegawaian pusat klo jangan mau kasih duit kalo diminta dari B*N pusat (badan yg mengurus kepegawaian negara). Tes nya juga ketat, malah ada psikotes dari tim UI dan wawancara dengan pihak departemen sendiri.
#27
mantancpns Jan 16, 2011 6:53 pmbuat para PNS yang nggak senang dengan comments diatas, jangan marah2 or kesel2. jangan capek mikirin gimana mengcounter pendapat2 yang memang berdasar FAKTA diatas. Bukan kata2 atau pembelaan yang mengubah image PNS, tapi mulailah dari diri sendiri, jadilah PNS yang berkarakter. Sesuai pengalaman saya, orang2 yang prnsipnya silence is the best itu yang bisa bertahan, but fortunately I’m not part of them, makanya sekarang sudah resign. Jadilah PNS yang broad knowledge, jangan picik dan sempit dan malah mencari pembenaran atas segala kebijakan/tindakan. quote yang umum kita dengar di PEMKOT: “anggaran kecil seh…jadi tahun depan nggak ada program”. lha jadi selama ini dibayar untuk apa??
Terutama untuk dinas2 di PEMKOT/PEMKAB /PEMPROV, memang KELEBIHAN pegawai.
Kalo PNS mo bagus, nggak perlu sampe dihapuskan, tapi hal yang harus ditempuh pemerintah pusat sekarang:
- Jumlahnya dipotong, misal jadi tinggal 20 % dari jumlah saat ini, tapi gaji dinaikin.
- Hapuskan pekerja honor.
- Ujian masuk jangan cuma 1 atau 2 tahap, tapi dipersulit seperti masuk swasta besar.
- Tambah jobdesc, dan ubah sistem karir.
Yah seperti swasta lah, tapi targetnya: KEPUASAN MASYARAKAT. Karena digaji pake pajak yang dari masyarakat.
#28
nana Jan 29, 2011 6:13 amsaya CPNS guru depok, well saya masuk ujian dengan melumpuhkan soal-soal yang rumit dan saya tidak membayar satu sen pin ketika turun SK jadi dalam bekerjapun saya konsisten walau kadang dlm adminitrasi kelas saya harus merogoh ratusan ribu,jadi klo ada yg bilang PNS tidak disiplin jgn sama ratakan dunk, komitmen saya sebagai guru adalah agar anak didik saya tidak mewarisi KKN. Jadi klo anda mau membangun negeri ini jgn menyalahkan org, bangun diri anda sendiri dan koreksi diri juga..apakah kita sudah melakukan yang terbaik demi negeri ini?
Salam hangat
#29
jasman Feb 02, 2011 7:51 pmdi daerah saya pns itu seperti tuhan. orang bisa menjual apa saja demi pns. yang sangat memprihatinkan saya, hal ini dijadikan ladang kolusi dan korupsi oleh oknum2 BKD, mereka menjual kelulusan dengan nilai yang tidak sedikit. setelah jadi pns keinginan mereka untuk membangun daerah hilang.. tanah2 sudah tidak ada lagi yang kelola, menjadi petani menjadi tabu dan bikin malu.
sebenarnya kita tidak mengkritik teman2 yang sudah jadi PNS tapi yang harus dirubah adalah paradigma berpikir seperti ini akan menghancurkan bangsa indonesia. ketika orang pintar sudah tidak di hargai lagi, apa lagi yang bisa kita harapkan dari masa depan bangsa ini. ini tugas pemerintah dan kita semua.
#30
alauddin achmad Feb 17, 2011 7:36 pmcita-cita saya mau jadi pengusaha tapi saat ini saya bekerja menjadi PNS hanya untuk menyenangkan hati orang tua saya. Orang tua saya sangat senang anaknya menjadi PNS. Suatu saat nanti saya akan berhenti menjadi PNS. Penghasilan saya sekarang sebagai PNS sih lebih dari cukup untuk hidup layak tapi tidak memberikan ketentraman dan kepuasan batin karena tidak sesuai dengan cita-cita saya. Dulu saya sudah pernah berbisnis usaha peternakan sapi tetapi ada sedikit cekcok dengan orang tua sehingga saya pergi meninggalkan bisnis saya dan menjadi PNS
#31
alauddin achmad Feb 17, 2011 7:53 pmorang yang mau jadi PNS dengan jalan membayar/menyogok aparat berpuluh-puluh juta untuk memuluskan jalannya menjadi PNS menurut saya adalah orang paling bego/dongo/goblok sedunia. Mau cari duit kok malah ngeluarin duit. Orang seperti itu berpikirnya pendek, dia tdk berpikir gaji yang akan dia terima nanti menjadi haram cuma gara-gara menyogok aparat untuk memuluskan usahanya jadi PNS. Apalagi di tempat saya jadi PNS di kejaksaan. Saya pernah tanya teman saya yang baru lulus diterima jadi CPNS kejaksaan, dia ngaku mengeluarkan duit sampai 60 juta cuma buat jadi CPNS kejaksaan. Dalam hati saya bilang nih orang paling gobloooooook, begooooooo, dongoooooooooo sedunia. Kalau saya sih jadi PNS cuma buat menyenagkan hati orang tua dan suatu saat nanti saya akan berhenti jadi PNS yang paling saya tidak suka ini.
#32
tajir Mar 26, 2011 11:20 ammau ketawa gw, emg loe di swasta di gaji brp ??? klo di swasta tu yg sukses perbandingannya 10:1000, emg loe kira loe msk di deretan itu ??? plng swastanya loe pd ecek2. klo PNS kemungkinan sukses lebih besar pd zmn skrng krn zaman skrng swasta bnyk yg kontrak dan osorsing. dan ingt y orng swasta yg tolol2, loe pikir gubernur atau presiden bikin kampanye gak pake duit. keluar duit 1jt ntr bisa jd 10jt. klo swasta mau kpn loe beli rmh bgs, mbl bgs, keluarga cewk loe jg males ngeliat pacarnya di swasta kere !!!
#33
tajir Mar 26, 2011 11:30 ammakanya klo jd PNS plh dl tmpt yg basah jgn tmpt yg kering kyk kelurahan, klo basah loe bisa beli rmh, mbl, sekolahin anak loe di tmpt yg bgs, dll. klo swasta liat tmn2 gw pd kere2 kasian gw liatnya. PNS mulai kerasanya pas usia >35 disitu udh mulai tuh rezekinya ngalir. skrng gini aja seorang pejabat negara keluarin duit kampanye kan bwt kepilih trus dana yg dikeluarin jg pst balik lg dlm tempo yg ditentukan, jd wajar2 aja klo PNS mask pake pelicin jg ntr jg 5thn blk lg modalnya itung2 aja kyk usaha. lah klo swasta klo mw yg sukses cari perusahaan asing dan loe mesti skill full, pertanyaannya loe aja lulusan kampus kacangan mana bisa loe bersaing sm swasta yg orngnya skillfull
#34
dinda Apr 30, 2011 1:30 amjadi PNS itu jelas enak dodol : 1)gampang maw kuliah ke luar negeri,,,,asalkan pinter dikit,Toefl bagus pasti lebih gampang dibanding yang dari general,,,,,,,2). Gaji tidak dikenakan pajak penghasilan,,,3)pensiun seumur hidup dengan uang pensiunan selalu disesuaikan dengan inflasi,,,,(kalau di swasta mesti nitip ke fund manager buat investment,,,pa ngk duit lagi tu?),,,,3)gaji PNS tu bukannya kecil, tapi gede pu’un,,,jelas2 nie dah pada remunerasi,,,,4)kalo mau kerja di swasta pikirin dulu tu keselamatan kalian,,,sekarang ini dah mulai era AFTA, nanti professional2 dari luar negeri pada masuk ke kita,,sementara industri kita lemah,, dukungan dari gov terutama untuk infrastruktur and financing lemah,,,,so mikir lu goblok kalau maw di swasta 1000x,,,,5)dan yang terpenting lagi,,,,bisa ngasih direct benefit ke masyarakat sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing2,,,nah kalo swasta maw ngasih apa ke rakyat,,,liat tu freeport,,hampir 85% profit terbang ke amerika,,,sisanya?pajak juga dimanipulasi,,rakyat cuma dapet tahinya goblok,,,,,,6)bahaya laten korupsi terbesar tu bukan PNS (civil servant) tapi sektor swasta,,,lihat to kasus enronn and suprime mortgage di amerika,,,ulah sya[a kalau bukan swasta???dasat goblok lu,,,sokolah baru sampai TK pada ngebacot asal asalan,,,kalo maw analysis to liat 2 sisi advantages and disadvantagenya blog,,,,
#35
EDY Feb 03, 2012 1:16 amSAH SAH SAJA PADA MAU NGOMONG APA AJA YG PNS YG BUKAN … KHUSUS MAU TANGGAPI PENDAPAT SAUDARA RINDA#17
KLO ANDA BILANG : klo gak ada org pemerintah ya swasta juga gak ada lah…wong proyeknya juga atas izin dan limpahan dari Negara Indonesia Tercinta…apa iya kalo gak ada pribadi2 alat2 negara, sampean bisa kerja nyaman dgn gaji besar? INI SALAH BESAR ANDA SAUDARA RINDA,..PEMERINTAH DAN SEGALA PERANGKATNYA ITU ADA DAN BERANGKAT DARI SWASTA DARI RAKYAT…JADI SEBELUM ADA PEMERINTAH DAN PERANGKATNYA ATAU SINGKATNYA PNS ITU,…RAKYAT ATAUPUN SWASTA SDH ADA DULUAN…DAN JUSTRU JIKA TANPA RAKYAT ATAU SWASTA , MAKA TAK BERFUNGSI APA APA PEMERINTAH DAN PNS ITU…..SADARKAH ANDA?? PEMERINTAH DAN ATAU PNS ITU PELAYAN MASYARAKAT PEMBANTU BAGI BOS RAKYAT…SADAR?? DAN BAGI ANDA ANDA YG PNS ATAU YG BEKERJA DI PEMERINTAHAN, SADARKAH KNAPA MAYORITAS KOMENTAR ORANG MENJELEKKAN PNS?? KARNA MAYORITAS PULA PNS YG BURUK MINORITAS SAJA PNS YG BAIK…DAN MAAF BAGI ANDA PNS YG BAIK, TUGAS ANDA PULA MENYADARKAN KAWAN KOLEGA SAUDARA ANDA PNS YG BURUK DAN MENGAJAK MEMBIMBING SUPAYA BAIK…KARNA KALIAN YG BAIK KENA WARNA DOMINAN BURUK PULAAA….DAN JIKA TIDAK BISA BAIK MAKA WAJAR BANGET SANG BOS RAKYAT MEMECAT ATAU MENGHAPUS PNS DAN KRONI KRONINYA….SMOGA JANGAN PADA SALAH ARTI YAA…KLO MAU PEMERINTAH DAN PNS BAIK ATAU DIHAPUSKAN PILIH SAYA DULU JADI PRESIDEN….MAKA AKAN SAYA HAPUS PEMERINTAHAN DAN PNS NYA…DAN KITA SAMA SAMA BAHU MEMBAHU MEMBANGUN TANPA MERASA DI KIBULIN PEMERINTAH DAN PNS NYA….OK…