Blogger Juga Bayar Zakat
Asrul, seorang sarjana komunikasi yang bertahun-tahun hidup dalam kemiskinan dengan satu orang istri dan tiga orang anak yang masih kecil, mampu bertahan hidup dari nasi dan bayam liar yang didapat dari hutan. Walau tinggal di rumah yang sangat sederhana sekali sampe susah selonjor itu, Asrul tetap menjaga dan senantiasa memperbaharui imannya. Seperti ucapan Tora ‘Baha’ Sudiro, “Kemiskinan dekat dengan kekufuran”. Namun, tak pernah sekalipun Asrul mencuri atau korupsi.
Kisah diatas mungkin hanya sepenggal kisah dalam sebuah sinetron religi Para Pencari Tuhan Jilid 2. Namun, sengaja atau tidak sengaja kemiripan nama dan persitiwa tidak hanya kebetulan belaka. Potret kemiskinan di negeri ini sudah dipamerkan secara kasat mata. Jumlah orang miskin semakin banyak. Namun, tak banyak yang bisa seperti Asrul.
Misalnya saja insiden pembagian zakat di Pasuruan yang menewaskan 21 orang miskin (umumnya ibu-ibu dan manula) baru-baru ini. Bagi mereka uang senilai Rp15.000 sangat berarti sehingga rela berdesak-desakkan untuk mendapatkannya. Mungkin bagi para blogger, uang segitu tidak seberapa. Toh, blogger sanggup beli domain yang harganya Rp90.000 dan bayar internet Rp15.000 untuk 3-5 jam.
Sebagian dari harta yang kita dapat adalah hak orang lain. Sebagai blogger muslim yang sudah baligh, sehat, berakal, dan mempunyai penghasilan yang sudah memenuhi nisab zakat, maka wajib dikeluarkan zakatnya 2.5% dari penghasilan brutto. Apalagi di bulan suci Ramadhan ini, saat yang baik untuk banyak-banyak beramal.
Saat ini membayar zakat sangat mudah. Bayar zakat bisa dilakukan lewat internet, SMS, dan ATM. Bahkan sudah ada yang menyediakan pembayaran zakat via paypal seperti yang dilakukan oleh rumahzakat.org (sampai saat ini layanan zakat via Paypal belum terealisasi).
Sangat dianjurkan untuk menyalurkan zakat lewat amil/panitia zakat resmi. Sudah ada BAZNAS, PKPU, rumahzakat, dan bank-bank penyalur zakat. Pembayaran zakat lewat amil zakat lebih disarankan dengan alasan: sesuai ajaran Rasulullah dan contoh para sahabat beliau, menjaga harga diri mustahik (penerima zakat), dan lebih adil.
Untuk panduan berzakat silakan download panduan zakat praktis pkpu.
Bahan bacaan:
- Pengenalan Zakat
- Nasihat kepada orang yang keberatan mengeluarkan zakat
- Pertanyaan-pertanyaan seputar zakat

#1
tipis Sep 25, 2008 12:58 pmzakat adalah solusi. bila zakat dimaksimalkan insyaALLAh negara bakal makmur.
tipis’s last blog post..It’s Easiest To Buy Tickets Now
#2
papa deddy Sep 28, 2008 4:51 pmbisakah zakat ke sesama blogger dalam bentuk backlink ??
papa deddy’s last blog post..Yang tertinggal dari All in One SEO Pack
#3
waralaba Sep 29, 2008 2:30 pmYa, kita semua sangat dianjurkan untuk membayar zakat dari setiap penghasilan kita…
waralaba’s last blog post..Izzi Pizza
#4
cimung5 Sep 30, 2008 1:02 amhmmm…blogger yang udah dapetin $200/bulan udah kena zakat blom ya?
#5
albri Oct 05, 2008 7:44 amwaj kayaknya ku ga kena zakat, lha belum terima apa2. masih baru di ngeblog, trus bagaimana perhitungan nishabnya??
#6
Lutfi Oct 06, 2008 2:02 pmsemoga cepet2 tercapai nishabnya untuk bisa ikut zakat. btw brp sih nishabnya?
Lutfi’s last blog post..7 Software yang Bikin Kelimpungan
#7
art and craft supplies Oct 09, 2008 9:52 amSetiap penghasilan dalam jumlah berapapun jgn lupa 2,5% zakat, kalo bisa tambah sedekah Insya Allah barokah
#8
yusep Oct 11, 2008 7:06 pmBetul saya setuju kalau untuk mengeluarkan Zakat….
#9
Lutfi Jogja Oct 15, 2008 9:33 pmBanyak zakat, infaq & shodaqoh berarti kita udah bayar “uang muka” untuk kapling kita di surga nanti
Lutfi Jogja’s last blog post..Tour de Trenggalek 2008